Jumat, 11 Juli 2008

changi



Wuih.. baru nyampe di Changi, wis langsung gumun. Lampune kelap-kelip, padang njingglang, membuat Soekarno Hatta jadi suram temaram. Bandara di Singapura ini memang besar, lebih mirip mall yang rapi. Begitu datang langsung nyari temapt untuk transfer ke penerbangan selanjutnya. Jebule adooooh tenan. Untung pemandangan menarik. Lewat toko-toko minuman yg jual vodka langsung inget Edi Taslim, Tommy, dan cah kenthire Boyolali. Sopo maneh nek dudu kethek.

Terus lewat tempat jualan parfum, inget harumnya perempuan-perempuan.. Halah.. Sayang gak ada toko sepeda di Changi, atau mungkin ada ya?

Setelah cari lokasi transfer, (ketemu dan ternyata dipenuhi banyak perempuan berselimut selendang batik yang klekaran di karpet dan sofa, mesti kancane Sudar ki) aku dan rombongan (cuma bertiga sih), cari lokasi istirahat. Kebetulan Northwest airlines menyediakan tempat lesehan. Sayang, tempat tidurnya penuh, jadi ya wis, neng sofa ae. Setidaknya ini memang tempat istirahat...

Ruangan yang diterangi lampu-lampu kuning ini suasananya cozy. Ada makanan, shower, sofa, dan akses internet. Pas buka kompas.com, salah satu HL-nya masih jam 18, padahal sekarang pukul 21.00. Hahahaha...

Tadi pas nyari tempat transfer sempat ketemu seorang bapak dari Bandung yang juga mau ke Minneapolis. Pertemuan dengan Pak Santosa itu sedikit melegakan hati. Pasalnya, ntar kalo pas masuk US, aku harus masuk ke ruang "interogasi" khusus, setidaknya bakal ada barengannya. maklum, sejak di Kedubes, aku udah diwanti-wanti bahwa pria dr Indonesia 99,9 persen bakal dipanggil security untuk diinterogasi.

Yah, semoga apapun yang terjadi nanti, bisa jadi bahan cerita menarik dan pengalaman unik.

wsn, changi, 11 Juli 2008.

0 komentar: